Banner Header Promo Oktober

Tak Bergantung Pada Pasangan setelah Bercerai, Benarkah Sulit?

Browse By

Perceraian memang berat untuk semua orang yang terlibat didalamnya, khususnya bagi kita yang menjalaninya. Meskipun perceraian yang dijalani terhitung mulus dalam prosesnya, tetap saja menyisakan luka yang tak sedikit. Belum lagi kehidupan setelah perceraian yang semakin berat karena kita sudah terbiasa bergantung pada pasangan. 

Misalnya, menyerahkan urusan mengelola keuangan pribadi pada pasangan, menyerahkan urusan mengasuh anak pada pasangan hingga hal sepele seperti memasak, beres-beres rumah, mencuci baju, mengganti gas atau bohlam, dsb. 

Kalau sudah begini bagaimana kita bisa bahagia setelah bercerai?

Tenang, beberapa hal berikut ini bisa dilakukan untuk tak bergantung pada pasangan setelah bercerai.

  • Mulai Belajar Keterampilan Paling Sulit

Tidak bisa memasak, mencuci baju atau bingung mengatur keuangan pribadi dan masalah sulit lainnya yang timbul karena sudah lama bergantung pada pasangan, membuat kehidupan setelah perceraian semakin berat. Maka, mulailah untuk belajar keterampilan baru yang paling sulit, misalnya saja, memasak. Cari resep masakan paling sederhana, mulai dari menu sarapan, makan siang hingga makan malam. Akan lebih mudah jika dilengkapi dengan tutorial video sehingga kita bisa mencontoh cara memasaknya. 

  • Pahami Keistimewaan Diri Sendiri

“Kita adalah pribadi yang istimewa dengan atau tanpa pasangan”. Ungkapan inilah yang perlu ditanamkan dalam benak kita. Terlalu lama berada di samping pasangan sangat mungkin membuat kita merasa rendah diri dan mengesampingkan keistimewaan diri sendiri. Maka, mulai lihat kembali keistimewaan apa yang ada pada diri kita sendiri. Ingat, kita perlu bahagia dan kebahagiaan kita bukan berasal dari orang lain, tapi dari diri sendiri.    

  • Bentuk Sistem Pendukung (Support System)

Pernikahan memang sering mendorong seseorang untuk bergantung secara emosional pada satu orang, yaitu pasangan. Kemudian setelah terjadi perceraian, kita merasa benar-benar sendiri. Padahal tidak demikian. Banyak orang di sekitar kita yang sebenarnya sangat peduli. Mulai dari keluarga hingga teman dekat. 

Jadi, jangan melupakan mereka dan terus bentuk sistem pendukung di sekeliling kita. Sistem pendukung ini membantu kita untuk bangkit dan bergerak maju menata kehidupan secara mandiri, bahagia dan sehat. 

cara tidak bergantung pada pasangan setelah cerai

  • Mencoba Hal Baru 

Pernikahan menuntut seseorang untuk melakukan hal yang juga dilakukan oleh pasangan, meski tak menginginkannya. Contoh sederhana, pasangan menonton pertandingan bola, padahal kita ingin melihat drama, akhirnya kita mengalah untuk menonton pertandingan tersebut, pasangan tidak suka memelihara hewan di rumah karena kotor, maka mau tidak mau kita juga tidak memeliharanya. 

Namun sekarang situasinya sudah berbeda, jadi bagaimana jika mulai melakukan hal yang baru. Hal yang selama ini belum pernah atau tidak bisa dicoba selama bersama dengan pasangan? Dengan begitu, sedikit demi sedikit kita tak lagi bergantung dengan pasangan atau apa yang digemari pasangan. 

  • Prioritaskan Kesehatan Mental Kita

Merasa terlalu bergantung pada pasangan padahal saat ini sudah bercerai, membuat kita semakin merasa terpukul dengan perceraian. Akhirnya, kesehatan mental pun bisa terganggu. 

Untuk mengatasinya, fokus pada kesehatan mental dengan melakukan perawatan diri dan jangan sungkan untuk melakukan kontrol kesehatan mental secara teratur pada profesional. Ingat, kalau bukan kita sendiri yang peduli dengan kesehatan mental, siapa lagi?

Melepaskan diri dari ketergantungan pada pasangan setelah perceraian memang sulit. Proses yang dijalani pun tidak akan menyenangkan, namun jika kita berhasil menjalaninya, maka kehidupan akan kembali bahagia. Ingat, tidak ada badai yang tidak bisa kita lalui. 

Baca juga:

  1. Move On Pasca Perceraian
  2. Aku Menyesal, Bercerai Tidak Membuatku Bahagia
  3. 10 Alasan Paling Umum saat Bercerai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *