Apakah Bayi Saya Sedang Lapar? Ini Tanda-Tandanya

Browse By

“Apakah bayi saya sedang lapar? “

“ Kira-kira ASI yang diberikan sudah cukup belum ya? “

Atau

“Kok bayi menangis terus padahal beberapa jam yang lalu sudah disusui.”

Apakah Anda seringkali bertanya-tanya hal yang sama? Nah, pertanyaan tersebut nyatanya adalah pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh para Ibu. Hal ini wajar sekali karena banyak dari Ibu baru yang belum memahami bagaimana merawat bayi di awal-awal kelahirannya. Dan salah satu hal yang cukup sering ditanyakan adalah apakah bayi saya sedang lapar?

Sebagian besar Ibu baru menganggap bahwa bayi yang sedang menangis berarti pertanda ia sedang lapar. Nyatanya beberapa ahli mengatakan bahwa tanda bayi lapar bukan hanya saat ia sedang menangis. Namun, bisa jadi saat bayi sedang melakukan gerakan tertentu. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa tanda bayi sedang lapar.

Tanda Bayi Sedang Lapar:

Pertanda yang cukup mudah diketahui saat bayi sedang lapar adalah menangis. Meskipun pertanda ini adalah hal umum yang dilakukan bayi saat lapar, namun ternyata menangis bisa dikatakan tanda paling akhir yang muncul saat bayi lapar. Artinya, saat bayi menangis ia sudah benar-benar kelaparan. Bahkan, pada level ini bayi sudah hampir frustasi karena Anda belum memberinya ASI.

Lalu apakah ada tanda lainnya, sebelum bayi menangis? Tentu saja ada. Beberapa tanda bayi lapar lainnya selain menangis yaitu,

👶 Mengisap kepalan tangannya.

👶 Mengisap bibir, pakaian, dan mainan.

👶 Terlihat membuka dan menutup mulut.

👶 Menjulurkan lidah.

👶Mulai menengok kanan kiri seperti sedang mencari sesuatu, seringkali disebut dengan rooting reflex.

👶 Menarik-narik pakaian orang yang dekat dengannya.

👶 Menghadapkan kepala ke arah dada atau payudara.

👶 Terlihat lebih banyak menggerakkan kaki atau lengan.

👶 Nampak gelisah dengan sering menggeliatkan badan.

👶 Merengek.

👶 Menunjukkan gerakan mulut yang menghisap.

Kenapa Bayi Terus Menunjukkan Tanda Lapar Setelah Disusui?

Beberapa bayi memang terlihat menunjukkan tanda lapar bahkan setelah ia disusui atau diberi ASI. Kondisi seperti ini seringkali membuat Ibu baru merasa khawatir dan bingung apa yang harus dilakukan. Pasalnya beberapa Ibu baru mungkin saja melakukan penghitungan jam untuk menyusui bayinya. Misalnya tiap 2  atau 3 jam sekali.

Sayangnya, beberapa kasus menunjukkan bahwa bayi memperlihatkan tanda lapar bahkan sebelum 2 jam. Nah jika bayi Anda menunjukkan kondisi seperti ini, maka tidak perlu khawatir. Kondisi dimana bayi lebih sering menyusu disebut dengan bunch feeding. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa segera menyusui bayi Anda meskipun belum masuk waktunya minum susu.

Tanda lapar yang sering ditunjukkan oleh bayi bahkan setelah menyusu bisa juga disebabkan karena bayi sedang mengalami masa lonjakan pertumbuhan (Growth Spurt). Pada masa ini bayi memang terlihat lebih cepat lapar. Bayi juga terlihat tidak pernah merasa puas menyusu meskipun Anda sudah berulang kali menyusuinya.

Tapi, jangan cemas dengan kondisi ini karena hal ini akan dialami oleh kebanyakan bayi. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memberinya ASI saat bayi sedang menginginkannya. Tidak perlu terlalu khawatir dengan produksi ASI Anda, karena tubuh Anda pun akan memberi sinyal untuk menghasilkan ASI yang lebih banyak.

tanda-tanda bayi lapar.

tanda-tanda bayi lapar.

Reminder:

  1. Menangis bisa dikategorikan tanda terakhir yang ditunjukkan bayi saat lapar.
  2. Banyak tanda lainnya yang ditunjukkan bayi saat lapar sebelum menangis.
  3. Seringnya tanda ”lapar” yang ditunjukkan oleh bayi bisa disebabkan karena sedang mengalami masa lonjakan pertumbuhan (Growth Spurt).

Haruskah Menghubungi Dokter?

Banyak Ibu baru yang khawatir dengan kondisi tertentu yang dialami bayinya. Hal ini wajar karena mungkin yang Anda khawatirkan memang perlu penanganan khusus. Sehingga segera hubungi dokter apabila bayi Anda menunjukkan gejala terus tidur dan tidak mau menyusu bahkan setelah berusaha dibangunkan.

Anda juga perlu menghubungi dokter apabila bayi terus menunjukkan tanda “kelaparan” setelah lebih dari beberapa hari. Kondisi ini bisa juga disebabkan karena produksi ASI Anda kurang mencukupi kebutuhan bayi.  

Bayi yang baru saja lahir memang perlu sering menyusu agar tubuhnya tetap terhidrasi dan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Konsultasi dengan dokter sangat diperlukan jika nyatanya ASI yang Anda hasilkan memang kurang mencukupi. Dokter akan memberikan berbagai solusi terkait permasalahan ini. Dan, yang paling penting adalah jangan memaksakan diri memberikan ASI jika tidak mampu. Masih ada banyak jalan agar bayi Anda tetap memperoleh nutrisi yang tepat dan seimbang.  

Artikel terkait:

  1. “Top[ Problems” Para Ibu Saat Menyusui
  2. Apakah Ibu Menyusui Boleh Berpuasa?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *