iklan makanan
Mom's Corner Tips

Jebakan Iklan Televisi pada Anak

Televisi masih menjadi media sehari-hari anak. Setiap hari, anak-anak banyak menghabiskan waktunya di depan televisi. Bahkan, beberapa anak lebih banyak duduk di depan televisi daripada bermain dengan teman-temannya.

Apa efek buruknya?

Selain buruknya mutu tayangan televisi lokal di Indonesia yang pasti akan mempengaruhi cara berpikir anak, ada hal lain yang tak kalah berbahayanya, yaitu iklan makanan. Sama seperti orangtua yang mudah tergoda dengan gambar makanan yang lezat, anak-anak pun demikian. Efeknya lebih negatif ke anak-anak karena mereka belum bisa membedakan mana makanan yang sehat dan yang tidak sehat.

Efek Buruk Iklan Makanan

Disadari atau tidak, orangtua sering kali tidak peduli akan efek negatif paparan iklan makanan, baik dari televisi maupun internet. Banyak orangtua menganggap iklan makanan adalah hal sepele. Padahal, iklan mempunyai peran yang besar dalam membentuk persepsi anak tentang makanan yang mereka konsumsi setiap hari.

Sayangnya, iklan makanan yang ada di televisi sebagian besar berjenis junkfood. Makanan seperti pizza, soda, donat, burger, terlihat sangat menarik di mata anak-anak. Apalagi, makanan ini jarang tersaji di rumah. Jelas saja anak merasa penasaran dan menganggap junkfood adalah makanan istimewa.

Apakah anak sadar bahwa junkfood adalah makanan yang tidak sehat?

Studi yang dilakukan oleh University College Dublin (UCD) dan juga University Queen, Belfast, menyatakan bahwa anak-anak usia 4 – 5 tahun mengenali dua kali lebih banyak merek makanan yang tidak sehat sebagai makanan sehat.

Studi ini kembali mengingatkan orangtua untuk lebih selektif dalam memantau tayangan televisi yang dilihat oleh anak. Ada baiknya orangtua ikut mendampingi anak-anak saat menonton televisi.

Kasus Anak Obesitas

Di jaman millenial, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar televisi atau layar gadget. Waktu yang terlalu banyak dihabiskan di depan televisi membuat anak malas bergerak. Terlebih lagi, mereka juga terpapar iklan makanan tidak sehat yang banyak mengandung gula, lemak, dan kalori. Kasus obesitas pada anak pun mencuat.

Tak hanya obesitas, penyakit diabetes pada anak pun angkatnya meningkat dari tahun ke tahun. Pemicunya, apalagi kalau bukan banyaknya makanan dengan kadar gula dan kalori yang berlebih. 

Jajanan Kekinian, Yakin Sehat?

Langkah apa yang bisa diambil oleh orang tua?

Selain mendampingi anak saat menonton televisi atau mengakses internet, orangtua juga harus mengenalkan anak pada pengetahuan soal gizi. Pengenalan nutrisi makanan sangat penting. Misalnya, tubuh membutuhkan vitamin A untuk kesehatan mata. Vitamin A bisa diperoleh dari beragam jenis sayuran, seperti wortel, tomat dll.

Guru-guru di sekolah juga bisa membantu pendidikan tentang gizi dan makanan sehat ini.

Mulai pendidikan gizi dengan cara yang sederhana. Kenalkan pada anak pada makanan dan nutrisi apa yang terkandung di dalamnya. Juga berikan penjelasan tentang efek buruk bila mengkonsumsi terlalu banyak junkfood dan makanan dengan kadar gula tinggi.

Langkah terpenting Parents  juga harus membiasakan keluarga untuk mengonsumsi makanan sehat. Jangan menyerah untuk memberikan asupan buah dan sayuran kepada anak.

Artikel Pilihan:

  1. Strategi Memberikan Makanan Sehat
  2. Tips Menyiapkan Bekal Makanan Anak Tanpa Ribet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *