Memulai Percakapan yang Sulit dengan Pasangan

14 April 2022

Seberapapun cocoknya Anda dan pasangan saat memulai pernikahan, akan ada perbedaan ataupun masalah yang Anda temui seiring berjalannya waktu.

Masalah -masalah berat seperti isu keuangan, perselingkuhan, mertua hingga kehadiran anak akan jadi masalah yang cukup berat untuk dibicarakan.

Adanya jarak emosional, hilangnya keintiman dan romantisme menjadi efek dari masalah yang timbul. Itu kerap terjadi pada pernikahan-pernikahan, yang bahkan baru berjalan beberapa bulan. Ada beragam pemicu, seperti menemukan sikap-sikap pasangan yang baru diketahui setelah pernikahan berjalan, honeymoon blues , ataupun karena pasangan berada di situasi yang membuat stres.

Masalah lebih berat dimulai ketika satu pasangan menutup diri untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapi. Ini mungkin bukan hal yang dilakukan dengan sengaja, namun tetap berpotensi mengancam pernikahan.

Sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan satu dari empat pasangan memutuskan pisah ranjang karena stres yang mereka hadapi. Beberapa pasangan menghindari membicarakan apa yang ada di hati mereka. Yang lain menggunakan kata-kata kasar atau diam untuk menjauhkan diri dari pasangan.

Berpura-pura tidak ada masalah akan membuat pernikahan Anda akan seperti berjalan di atas kulit telur, sewaktu-waktu bisa pecah berantakan. Namun, ketika Anda memilih untuk membicarakan hal yang sulit, itu menunjukkan bahwa Anda cukup peduli dengan pasangan dan pernikahan Anda. Bagaimana kita memulai percakapan tentang hal yang sulit ini dan masih menjaga pernikahan kita tetap utuh?

Ada hal yang perlu Anda pahami sebelum memulai untuk melakukan pembicaraan yang sulit itu:

  • Lihatlah harapan Anda. 

Jika Anda mengharapkan percakapan menjadi buruk, itu akan terjadi. Jika Anda menganggap bahwa berbicara banyak akan memperburuk situasi, mungkin itu akan terjadi. Anda perlu mendefinisikan harapan Anda tentang percakapan ini dan berpikir secara positif.

  • Ketahui mengapa Anda ingin berbicara. 

Apakah Anda ingin berbicara dengan pasangan untuk menyamakan pandangan tentang satu masalah? Atau Anda ingin menjernihkan kesalahpahaman? Atau Anda perlu mengonfrontasi pasangan tentang dugaan kebohongan? Pahami terlebih dahulu alasan Anda sebelum memulai berbicara dengan pasangan.

  • Terimalah bahwa itu mungkin akan menjadi percakapan yang menegangkan.

Meskipun tidak ingin Anda atau pasangan menjadi stres, terluka, atau marah karena percakapan tersebut, penting untuk menyadari bahwa Anda berdua mungkin bersikap defensif dan emosional saat berbicara. Bersiaplah untuk skenario tersebut.

memulai percakapan yang sulit dengan pasangan

Langkah Pertama

Di bawah ini adalah saran untuk memulai percakapan Anda:

  • Jangan katakan “Bisa ngobrol nggak?” atau “Kita harus bicara.”

Mulailah percakapan Anda dengan pernyataan yang mengakui bahwa topik pembicaraannya akan sulit, sensitif atau membuat salah satu dari Anda emosi. Jelaskan bahwa Anda tahu bahwa Anda memiliki perspektif yang berbeda dengan pasangan dan bahwa Anda ingin bekerja sama untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perspektif tersebut.

Pikirkan tentang bagaimana Anda akan memulai percakapan. Beberapa kalimat pembukaan yang mungkin Anda pertimbangkan adalah:

Aku sedang memikirkan tentang …”, “Apa yang kamu pikirkan tentang …“, “Saya ingin berbicara tentang …”, “Aku ingin menyamakan pemahaman kita tentang …

Namun, jangan membuat pembukaan Anda jadi bertele-tele. Usahakan tetap sederhana dan fokus pada topiknya.

 

Baca juga :

1. Cara Perbaiki Tipe Komunikasi Negati Pasangan

2. Merasa Tidak Didengar Pasangan? Ini Alasannya!

 

Tentang Waktu dan Lokasi

Di bawah ini adalah pertimbangan yang lebih penting:

  • Jangan memanipulasi pasangan Anda 

Jangan mengajak pasangan Anda ke bioskop saat Anda hendak mengajaknya untuk berbicara serius di tempat lain setelahnya. Ini adalah hal yang manipulatif.

  • Atur waktu bicara dengan baik

Pilih waktu yang tepat memulai untuk percakapan. Jangan meminta pasangan Anda untuk menyetujui waktu untuk berbicara tanpa menenangkan diri Anda terlebih dahulu. Jangan melakukan percakapan yang sulit sebelum atau sesudah berhubungan seks.

  • Jangan berharap untuk segera berbicara

Penting bagi Anda untuk memberi pasangan Anda waktu untuk memikirkan topik yang ingin Anda bicarakan, tetapi hal ini tidak boleh ditunda untuk waktu yang lama. Sebutkan bahwa Anda ingin berdiskusi dalam waktu 48 jam.

  • Jangan menjebak pasangan Anda

Jika Anda melakukan percakapan di dalam mobil atau di pesawat terbang, dll. Anda menjebak pasangan Anda.

Setujui bersama di mana Anda berdua harus bicara. Kecuali jika pasangan Anda setuju untuk berbicara di tempat umum, seperti restoran,hindari untuk membawa anak-anak ketika Anda berbicara.

Yang tidak boleh dilupakan :

  • Tunjukkan rasa hormat kepada pasangan Anda.

Jangan merendahkan pasangan. Jangan berasumsi pasangan Anda tahu apa yang ingin Anda bicarakan. Jangan menyela saat pasangan sedang berbicara.

  • Sadari komunikasi non-verbal.

Pertahankan kontak mata. Akui apa yang Anda dengar dengan pemahaman bahwa pengakuan belum tentu persetujuan.

  • Bersiaplah

    .

Sampaikan kekhawatiran, pemikiran, dan ide Anda dengan hal-hal yang bisa pendukung. Pertahankan percakapan Anda pada topik yang Anda setujui untuk didiskusikan. Jangan bicara terus menerus.

  • Mencapai kesepakatan.

Kemudian tetapkan waktu untuk menindaklanjuti untuk melihat bagaimana Anda berdua menangani masalah tersebut.

  • Tahu kapan harus mendapatkan bantuan. 

Jika masalah atau situasi terus menimbulkan masalah dalam pernikahan Anda, Anda berdua mungkin membutuhkan konselor atau mediator.

Haruskah kita menyerah? 

Berbicara tentang hal yang sulit dalam pernikahan memang akan melibatkan banyak emosi. Tidak peduli seberapa keras Anda berdua mencoba, sangat mungkin diskusi Anda dapat mencapai titik di mana terlalu emosional untuk melanjutkan.

Saat itu terjadi, katakan sesuatu seperti, “Kita sebaiknya berhenti sejenak untuk sekarang ini,” dan menetapkan waktu untuk berbicara lagi dalam waktu 24 jam.

Ketika Anda berdua tenang, cobalah untuk mengulang percakapannya sekali lagi.

Jika berkali-kali tidak berhasil, Anda dan pasangan mungkin perlu mencoba untuk berkonsultasi dengan profesional.

Bagaimana Menurut Anda?
+1
7
+1
1
+1
0
Share with love
Member Premium SOP Member Premium SOP

Gabung Member Premium

Mulai perjalanan memahami emosi diri dan keluarga

Nikmati akses Kelas Video Belajar kapanpun & dimanapun

Gabung Sekarang

Sudah Member Premium? Masuk Di Sini

Contact Us School of Parenting
×

Info Masa Keanggotaan

Perpanjang Paket