Banner Header Komunitas SOP

Awal Perselingkuhan: Benarkah Karena Rasa Bosan?

Browse By

Perselingkuhan, layaknya duri yang tumbuh di antara bunga yang mekar. Tidak nampak jelas namun sangat menyakitkan. Mungkin gambaran ini cukup bisa mewakili perasaan beberapa dari Anda yang pernah dikhianati dalam suatu hubungan, khususnya pernikahan.

Ujian kesetiaan bagi pasangan modern saat ini memang cukup berat. Banyaknya rutinitas dan kesibukan sering membuat kedua pasangan dipisahkan oleh jarak. Belum lagi kehadiran media sosial yang justru merubah hubungan antara keduanya. Banyak pasangan yang lebih mementingkan penilaian dari luar dengan cara mengumbar kemesraan di media sosial dibandingkan fokus pada hubungan pribadi dengan pasangan. Tak hanya itu, beberapa pasangan bahkan tanpa malu-malu mengumbar permasalahan rumah tangga yang seharusnya menjadi konsumsi pribadi.

Tidak terlalu jelas alasan sebenarnya mengumbar masalah rumah tangga di media sosial. Kemungkinan besar hanya sebagai pelarian dari situasi rumah tangga yang sedang tidak nyaman. Akibatnya, hubungan antar kedua pasangan semakin buruk. Tidak adanya komunikasi dan kurangnya quality time bersama pasangan semakin menimbulkan jarak bagi hubungan keduanya.

Bagaimana tidak, di awal pernikahan Anda dan pasangan bisa menghabiskan berjam-jam hanya duduk bersama sambil mengobrol atau bermesraan. Tapi sekarang, karena kesibukan pekerjaan dan serunya percakapan di media sosial, hal tersebut sudah jarang sekali dilakukan. Hal ini tentu saja bisa menimbulkan kebosanan atau perasaan “biasa saja” dalam suatu pernikahan. Akibatnya pasangan mencari kebahagiaan dan kesejahteraan sendiri. Caranya beragam, salah satunya mungkin dengan berselingkuh.

Lalu apa sebenarnya selingkuh? Apakah selingkuh hanya berkaitan dengan melakukan hubungan intim dengan orang lain selain pasangan? Inilah yang jarang dibicarakan antara pasangan. Kebanyakan pasangan menganggap bahwa pasangannya memahami arti kata selingkuh dan bahwa mereka berada dalam pemahaman yang sama. Padahal tidak selamanya benar. Perselingkuhan sebenarnya tidak diawali dari hubungan intim dengan orang lain, namun sebenarnya berawal dari hilangnya keintiman di dalam pernikahan Anda. Berikut beberapa hal yang bisa mengawali perselingkuhan antar pasangan:

Awal Perselingkuhan :

? Hilangnya Keintiman dengan Pasangan

Masih banyak yang menganggap perselingkuhan dimulai saat salah satu pasangan melakukan hubungan intim dengan orang lain. Tapi sebenarnya, perselingkuhan dimulai lebih jauh dari hal tersebut, yaitu hilangnya keintiman dengan pasangan. Keintiman yang dimaksud bukan hanya keintiman seksual, tetapi juga keintiman yang muncul saat berpacaran atau awal pernikahan dulu, keintiman yang muncul saat percakapan langsung seperti membicarakan hal-hal yang menjadi favorit kedua pasangan.

? Adanya Pertemuan

Saat keintiman sirna dari pernikahan, salah satu pasangan akan mulai menghadapi orang lain yang lebih menarik. Tidak selalu lebih menarik secara fisik, mungkin menarik secara karakter, mungkin juga menarik karena bisa memberikan apa yang tidak diperoleh dari pasangan. Terlepas dari apa saja yang bisa menarik perhatian, akan ada sesuatu tentang orang lain yang menawarkan hal-hal yang terlewat di dalam suatu pernikahan.

? Mulai Menikmati

Setelah terjadi pertemuan dengan orang lain yang bisa menarik perhatian, pasangan yang berselingkuh akan mulai menikmati hubungan tersebut. Kesenangan pasangan dengan sosok ini memungkinkan dia untuk pindah ke ruang emosional yang sebelumnya disediakan untuk suami atau istri sah.

Bagi beberapa pasangan yang mampu menjaga kesetiaan mungkin akan segera mundur. Namun, kenikmatan itu menyenangkan dan tentu saja banyak dari pasangan di luar sana yang tidak mampu untuk mundur dari hubungan ini.

? Mulai Mempercepat

Jika pasangan yang berselingkuh tidak bisa mundur dari kenikmatan tersebut, maka satu-satunya jalan adalah mempercepat peluang untuk bersama dengan sosok yang menawarkan hal-hal yang lebih menarik. Mungkin pasangan yang berselingkuh mulai mengatur waktu makan siang bersama dengan teman kencannya, mungkin mulai sering mengirim pesan mesra atau berbicara melalui telepon. Segalah hal bisa saja dilakukan untuk membangun jembatan menuju dunia fantasi.

? Mulai Mengekspresikan

Setelah hubungan mulai tumbuh, pasangan yang berselingkuh mulai mengekspresikan hubungan tersebut dengan sesuatu yang lebih intim, yaitu hal yang sering dilakukan dengan Anda. Seperti, mengobrol bersama hingga membicarakan hal-hal yang mungkin tidak bisa dibicarakan dengan pasangan sah.

? Mulai Bersama

Setelah melalui proses panjang, akhirnya mulai bermain di belakang. Pada tahap ini pasangan yang berselingkuh mulai membangun rumah tangga fantasi dengan orang lain. Rumah tangga fantasi ini sebagai pelarian dari segala hal yang tidak didapatkan di rumah tangga yang pertama. Dikatakan rumah tangga fantasi, karena dilakukan di belakang pasangan sah.

Awal dari perselingkuhan memang bukan dari hubungan intim dengan orang lain, namun karena hilangnya keintiman dengan pasangan sendiri sampai akhirnya mulai mencari kebahagiaan dari sosok lain. Alasan lainnya seseorang berselingkuh sebenarnya bermacam-macam, misalnya:

  1. Ketidakmampuan untuk mengembangkan keintiman di dalam hubungan
  2. Adanya masalah dengan komitmen
  3. Kurangnya gairah dengan pasangan
  4. Ketidakmampuan menyelesaikan konflik
  5. Perubahan siklus hidup

Lalu, apakah pasangan yang berselingkuh memang mencintai sosok orang ketiga dalam pernikahan Anda? Sebenarnya apa yang terjadi pada pasangan yang berselingkuh?

? Pasangan yang Berselingkuh Tidak Mencintai Teman Kencannya

Pasangan yang berselingkuh biasanya tidak mencintai teman kencannya. Mereka sebenarnya hanya “jatuh cinta” dengan fantasi tentang orang lain. Dengan kata lain, pasangan yang berselingkuh jatuh cinta pada citra orang lain. Mereka menganggap teman kencannya adalah sosok yang bisa memenuhi kebutuhan atau hal yang tidak didapat dari pasangan sahnya.  

? Perselingkuhan itu Tentang Kerinduan Mendapatkan Kebutuhan Mendalam

Ya, perselingkuhan terjadi memang karena hilangnya kebutuhan mendalam yang biasanya didapat dari pasangan atau karena seseorang yang tidak mendapatkan hal-hal yang dibutuhkan dari pasangannya. Siapa yang tidak suka merasa dihargai? Siapa yang tidak suka diperhatikan atau merasa dibutuhkan setiap saat? Mungkin hal inilah yang tidak didapat dari pasangan sah.

? Terpikat dengan Hubungan yang Lebih “Segar”

Seseorang yang berselingkuh akan merasa terpikat dan mabuk kepayang oleh hubungan yang lebih baru dan lebih segar. Namun sekali lagi, bukan pada sosok baru (teman kencan) melainkan pada perasaan ketika bersama dengan sosok tersebut. Tak hanya itu, saat terjadi perselingkuhan, ada 3 bahan kimia utama yang dilepaskan di dalam tubuh, yaitu dopamin, norepinefrin (dikenal sebagai adrenalin, dan serotonin (salah satu bahan terpenting dalam cinta). Hal-hal inilah yang menyebabkan seseorang terpikat saat melakukan perselingkuhan.

Perselingkuhan adalah hal yang paling dibenci bagi setiap pasangan menikah. Banyak sekali kasus perceraian yang terjadi karena adanya perselingkuhan ini. Untuk itu, sebaiknya selalu jaga komunikasi dan quality time yang baik dengan pasangan. Hal ini bisa digunakan agar pasangan selalu merasa cukup dan tidak bosan dengan hubungan di dalam suatu pernikahan.

Namun, jika perselingkuhan telah terjadi di dalam pernikahan Anda, kini giliran Anda ingin bercerai atau mempertahankan pernikahan setelah badai perselingkuhan.

Baca Juga :

  1. Mempertahankan Pernikahan Setelah Badai Perselingkuhan
  2. Rumah Tangga Dalam Masalah? Cara Ini Bisa Membantu Anda
  3. Long Distance Marriage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *